Riset

Riset adalah satu hal penting dalam tulisan, bahkan untuk radio sekalipun. Dengan riset, tulisan jadi bernas. Dengan riset, kita tak terlalu ‘terlena’ menyandarkan diri pada omongan narsum. Dengan riset, maka tulisan akan lebih berkualitas, sekaligus menunjukkan kelas kita sebagai penulis.

Riset tidak hanya soal dokumen, tapi juga soal observas, terutama untuk jurnalis radio. Observasi bisa menangkap apa yang terlihat dan apa yang terdengar, untuk kemudian disampaikan kepada pendengar. Riset observasi akan membuat tulisan makin utuh. Riset juga soal imajinasi, karena dengan pengetahuan dan wawasan yang cukup luas, kita bisa mengantisipasi. Antisipasi artinya siap dengan Plan A, Plan B sampai Plan Z kalau perlu.

Setiap orang adalah obyek riset. Bayangkan, ada berapa banyak riset yang bisa muncul dari seseorang. Riset tidak hanya berarti nama, tempat tanggal lahir, alamat, jenis kelamin dan usia; tapi riset juga bisa mengungkap kegiatan bisnis, telfon seluler yang dimiliki, dan sebagainya. Ini adalah riset, dan riset adalah informasi yang sangat berharga bagi kualitas tulisan.

Dalam jurnalistik, 1 persen adalah ide, sementara 99 persen sisanya adalah riset. Semakin banyak riset, tulisan akan semakin baik. Tapi, semakin banyak riset yang relevan, itu adalah yang paling baik.

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: